Arsip Sudut Istana

« Agustus 2010 »
M S S R K J S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031    

Sudut Istana

Halaman Istana Kepresidenan Jakarta

Suasana upacara peringatan detik-detik Proklamasi di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (17/8) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Suasana upacara peringatan detik-detik Proklamasi di halaman depan Istana Merdeka, Selasa (17/8) pagi. (foto: haryanto/presidensby.info)
Kalau kita berkunjung melihat dari luar Istana Kepresidenan yang ada di Jakarta, kita dpat melihat halaman yang mengelilingi Istana tersebut, dalam hal ini Istana Negara dan Istana Merdeka yang luas keseluruhannya mencapai 6,8 hektar. Halaman depan Istana Negara menghadap ke arah kali Ciliwung di Jalan Veteran, sementara halaman depan Istana Merdeka menghadap ke arah Taman Monumen Nasional (Monas) di Jalan Medan Merdeka. Dan diantara kedua istana ini, terdapat sebuah halaman yang cukup luas yang lebih dikenal dengan sebutan halaman tengah.

Diantara halaman-halaman tersebut, halaman yang cukup sering dipergunakan adalah halaman depan Istana Merdeka dan halaman tengah. Sementara halaman depan Istana Negara, lebih sering digunakan untuk parkir mobil para menteri apabila ada rapat atau sidang paripurna dengan Presiden.

Halaman depan Istana Merdeka terhampar rumput hijau yang luas, dimana ditengah-tengahnya terdapat tiang bendera dan air mancur. Halaman rumput ini dikelilingi oleh jalanan beraspal. Halaman ini minimal dipergunakan setahun sekali yaitu pada puncak peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, pada tanggal 17 Agustus setiap tahunnya. Selain itu, halaman depan ini juga digunakan untuk menerima tamu negara sebelum diterima Presiden di Ruang Kredensial, Istana Merdeka. Pada peringatan hari kemerdekaan, di halaman ini juga digelar Pawai Budaya, namun bukan di halaman rumputnya. Pawai bergerak mengelilingi jalan beraspal menuju anak tangga Istana Merdeka, dan berhenti sejenak untuk memperlihatkan aksinya di depan Presiden dan Ibu Negara.

Halaman lain yang sering dipergunakan adalah halaman tengah yang letaknya tepat di belakang Istana Negara dan Istana Merdeka. Di halaman tengah ini terdapat satu buah gazebo dan beberapa pohon besar yang sudah berumur, dan juga air mancur kecil di salah satu sudutnya. Bangunan gazebo berbentuk segi delapan ini merupakan peninggalan lama, yang setengah bidangnya terbuat dari materi batu alam dan setengah bidang sisanya merupakan bidang terbuka.

Ternyata bangunan gazebo tersebut memiliki cerita yang panjang dan penuh kenangan, karena merupakan bangunan tempat Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri "kecil" bersekolah Taman Kanak-Kanak. Bentuk bangunan tidak mengalami banyak perubahan, masih dipertahankan seperti aslinya. Hanya finishing batu alamnya dipoles dengan warna putih supaya senada dengan gaya arsitektur bangunan istana lainnya yang juga serba putih. Yang mengalami perubahan adalah fungsinya, karena kini gazebo ini dipakai sebagai ruang simpan gamelan dan tempat pegawai istana berlatih memakai gamelan tersebut.

Halaman ini biasanya dijadikan tempat untuk menggelar resepsi kenegaraan setiap tanggal 17 Agustus. Seperti halnya perayaan 17 Agustus tahun ini, halaman ini disulap menjadi tempat indah nan asri dengan konsep go green dan dihiasi ornament-ornamen Bali. Selain itu, taman ini juga sering dipergunakan untuk kegiatan yang sifatnya informal seperti melepas para atlet untuk berjuang di arena perlombaan.

Seperti halnya halaman depan Istana Merdeka, hamparan rumput yang datar dan luas ini dikelilingi oleh jalan aspal yang mulus sehingga membentuk pola taman yang cenderung berbentuk oval, dan biasanya dilalui oleh para pengunjung Wisata Istana setiap akhir pekan. Di taman bundar ini tumbuh dua buah pohon yang usianya sudah puluhan tahun, memiliki percabangan yang eksotik, meliuk, menjulur hampir menyentuh tanah. Percabangan pohon yang rimbun ini membuat kanopi pohon tua tersebut meneduhi sebagian besar areal taman. Di sebelah kanan taman terdapat Wisma Negara, dan di sebelah kirinya terdapat kantor Presiden.

Udara di dalam kompleks terasa segar karena masih banyak pepohonan yang meredam udara panas di seputar kompleks. Lingkungan seperti itu disukai oleh burung-burung yang secara alami banyak hidup di sekeliling istana. Beragam jenis burung dijumpai di taman sekitar istana ini, seperti burung betet, burung kutilang, burung gereja, dan burung-burung jenis lainnya yang memiliki keragaman warna yang mempesona.

Dilihat dari tayangan media televisi, halaman ini terlihat cukup besar, namun pada dasarnya biasa saja, tidak terlalu besar. Keasrian kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, khususnya taman-taman yang ada di dalamnya, bisa disaksikan secara langsung melalui program Wisata Istana yang dilaksanakan setiap akhir pekan. Melalui Wisata Istana ini, para pengunjung dapat melihat seluk beluk Istana. (yun)